<!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:452140034; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1273995358 67698703 67698695 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:63.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:63.0pt; text-indent:-.25in;} @list l0:level2 {mso-level-number-format:image; list-style-image:url(“file:///D:/DOCUME~1/YUSUFS~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif”); mso-level-text:; mso-level-tab-stop:99.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:99.0pt; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} @list l1 {mso-list-id:600842431; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-868980572 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:63.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:63.0pt; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
Sistem komunikasi dan pencitraan da’wah dua kata ini merupakan aspek penting dalam aktivitas da’wah yang tentu akan ada inovasi-inovasi dalam pengembangan da’awah kedepannya karena maui tidak mau harus adanya formulasi yang baru untuk penyesuaian dengan perubahan zaman. Perubahan ini bersifat fleksibel atau disesuiakan dengan kebutuhan zaman tetapi tetap berlandas pada asas-asas syaria’t.
Untuk memperjelas pambasahan yang pertama kali saya bahas adalah tentang komunikasi.
Saya menggaris bawahi nilai system komunikasi yang terbagi dalam empat factor-faktor yang mendukung yaitu :
1. posisi personal
2. sifat (kepribadian)
3. syari’at
POSISI PERSONAL
Dalam sistematika organisasi ada perbedaan dalam cara penyampaian dan penjelasan suatu masalah. Baik itu karena faktor lawan jenis ataupun kedudukan antara qiyadah wa jundiyyah, juga antara kader atau orang lain.
Hal ini diperlukan karena adanya perbadaan pemahaman dan kekurangsiapan seorang kader terhadap informasi yang akan didapatnya. Sehingga jika tidak dibuat manajemen seperti ini dikhatirkan akan adanya perbedaaan persepsi.jika kita liat dalami lebih dalam dalm organisasi kita maka kita akan memahami bahwa kita sering mendengar adanya syuro satu, dua dan lainnya, hal itu dikarenakan ada transformasi atau maneuver siyasiyang tidak mungkin diberitahukan kepada kader yang masih belum siap. atau kita kenal juga syuro kampus. Dalam hal ini ada runtutan informasi tersebut yaitu seorang ketua yang melakukan rapat dengan para kabidnya, berlanjut dari kabid dengan kasubid lalu sambung kejundi-jundi dengan bahasa-bahasa yang sedemikina rupa mengarah pada teknis pelaksanaan, karena jundi diibaratkan pioneer sebagai eksekutor pemiokiran yang dihsilkan dari para qiyadah.
Kita mungkin bias liat pada gerakan terbesar, dimana ada yang namanya arkanul bai’at, dimana orang yang baru bergabung hanya diberikan amanat yang kecil, berbeda dengan yang sudah masuk poda tahap jiuhad tsabat dan jihad.
KARAKTER (SIFAT)
Mengapa sifat dimsukkan disini, karena rasul pun telahg mencontohkan dalam sistematika komunikasiu,, yaotu ketika cara rasul berbicara dengan abu baker berbeda dengan cara berbicara beliau dengan umar. Rasul berbicara halus dengan abu baker sedang dengan umar beliau berbicara dengan tegas.
Maka ketika dalam aktivitas kita dalam membangun sistem komunikasi dengan orang lain kita harus memahami karakter dari seseorang yang kita beri informasi atau kita beri amanah. Kita harus berbauir dengan mereka, kita mengikuti alur yang mereka ingin dengan sayarat tanpa melupakan nilai-nilai tarbawi.
SYARI’AT
Tentunya dengan semua kompleksitas yang ada, kta jangan melupakan nilai-nilai tsawabit, hal ini berkaitan dengan komunikasi antar ikhwan dan akhwat, dlam penyampaiannya tentu harus kita terapkan aspek aspek syariat, yaitu hijab. Tapi selain itu kita harus memperhatikan apa yang kita ucapkan.
Yang kedua adalah pencitraan da’wah.
Hal ini sangat berkaitan sekali dengan bagimana agar dakwah dapat dikenal dan diakui kredibiltasnya di masa kampus.
Ada kesamaan proses dari para sahabat ketika memeluk islam, hal itu dikarenakan oleh kemuliaan akhlak rasul, bahkan sebelum rasul menerima wahyupun beliau sudah terkenal dengan ketinggian akhlaknya, sehingga beliau diberi gelar al-amin, dan siberi kepercayaan yang penuh dari masyarakat quraisy, hal itu tercermin ketika beliau melakukan isra dan mi’raj yaitu peristiwa pertama kali beliau bertemau khaliknya, maka rasul naik ke sebuah bukit dan menyerukan kepada kaumnya dengan mengatakan ”hai kaumku jika saya bilang bahwa didalam bukit ini ada emas maka apakah kalian akan percaya? Dan kontan mereka pun mengatakan percaya. Dan hal ini merupakan aset terpenting dalam perjuangan da’wah. Walaupun kita jangan mengharapkan da’wah menjadi instan karena sudah menjdi fitrah dalam perjuangan akan ada yhambatan karena dalam hidup ini ada yang namanya keseimbangan, ketika ada kebaikan maka ada kemungkaran. Jika semua itu tidak terjadi maka dunia ini akan kiamat.
Selain itu hal-hal yang demikian pun dilakukan juga pleh para sahabatnya kita kenal abu bakar seorang saudagar yang kaya, yang disegani di kaumnya, umar bin khatab yang menjadi panlima perang dalam pertempuran, juga hamzah yang pandai bermain pedang sehingga menjadi simbol kekuatan pada saat itu.
Sejarah telah membuktikan peran mereka saat telah masuk islam dalam perkembangan da’wah tersebut, bhahkan jika tarik benang merah ada kesamaan metoda da’wah mereka, yaitu diakui oleh masyarakt muslim bahkan non muslim sekalipun.
Kionsep ini masih sangat relevan jika digunakan pada masa ini, karena sifatny yang fleksibel, tentunya dengan kita meliahat secara substansi bukan tekstual. Karena mungkinb ad sebagian yang lain yang tidak relevan lagi dengan zaman, karen adalm konsep asas-asas islam ada yang namanya konsep tsawabit dan mutaghayyrat.
Konsep ini merupakn konsep yang berdasarkan pada visual. Sehingga peran yang sentral disini adalah membangunnya ketokohan kader di kampus, dengan disesuaikan dengan kondisinya berada. Dika di kampus maka aspek-aspek itu antara lain
1. akademik dan profesi
2. kesenian dan olah raga
3. sosial politik kampus
4. agama
5. enterpreuner
6. garss root society
ah pusing ah
9′ ngerti
tp bagus koq….(ngibur diri)
heheheeee
just kidding……!!_
peace..!!_